Kamis, 06 Oktober 2011

konseling KB

KONSELING KB



Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pelayanan Kebidanan (KB)

Add caption
                                 
    

Disusun Oleh:

RENI RUSNIAWATI


AKADEMI KEBIDANAN ASSYIFA
TANGERANG
2011




KONSELING KB

A.      Pengertian Konseling
     Konseling adalah proses pertukaran informasi dan interaksi positif antara klien-petugas untuk membantu klien mengenali kebutuhannya, memilih solusi terbaik dan membuat keputusan yang paling sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.

B.       Pengertian Konseling KB
Konseling Kb adalah tindakan yang dapat membantu klien untuk keluar dari berbagai pilihan masalah KB dan kesehatan reproduksi. Konseling yang baik, klien puas dalam menggunakan salah satu dari kontrasepsi terutama untuk klien yang baru pertama kali menggunakan kontrasepsi.

C.   Tujuan konseling KB
Konseling KB bertujuan membantu klien dalam hal:
  • Menyampaikan informasi dari pilihan pola reproduksi.
  • Memilih metode KB yang diyakini.
  • Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif.
  • Memulai dan melanjutkan KB.
  • Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.

D.    Prinsip Konseling KB
Prinsip konseling KB meliputi:
§  Percaya diri / confidentiality
§  Tidak memaksa / voluntary choice
§  Informed consent
         Informed consent adalah : Bukti tertulis tentang persetujuan terhadap prosedur klinik suatu metode kontrasepsi yang akan dilakukan pada klien yang harus ditanda tangani oleh klien sendiri atau walinya apabila akibat kondisi tertentu klien tidak dapat melakukan hal tersebut. Persetujuan diminta apabila prosedur klinik mengandung risiko terhadap keselamatan klien (baik yang terduga atau tak terduga sebelumnya).
         Persetujuan tindakan medik (Informed Consent) berisi tentang kebutuhan reproduksi klien, informed choice, dan prosedur klinik yang akan dilakukan; ada penjelasan tentang risiko dalam melakukan prosedur klinik tersebut; standar prosedur yang akan dilakukan dan upaya untuk menghindarkan risiko; klien menyatakan mengerti tentang semua informasi tersebut diatas dan secara sadar memberikan persetujuannya.
§  Hak klien / clien’t rights
Pasien sebagai calon maupun akseptor KB mempunyai hak sebagai berikut:
a.         Terjaga harga diri dan martabatnya
b.         Dilayani secara pribadi (privasi) dan terpeliharanya kerahasiaan
c.         Memperoleh informasi tentang kondisi dan tindakan yang akan dilaksanakan
d.        Mendapat kenyamanan dan pelayanan terbaik
e.         Menerima atau menolak pelayanan atau tindakan yang akan dilakukan
f.          Kebebasan dalam memilih metode yang akan digunakan
§  Kewenangan / empowerment.

E.    Keuntungan Konseling KB
Konseling KB yang diberikan pada klien memberikan keuntungan kepada pelaksana kesehatan maupun penerima layanan KB. Adapun keuntungannya adalah:
·       Klien dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya.
·       Puas terhadap pilihannya dan mengurangi keluhan atau penyesalan.
·       Cara dan lama penggunaan yang sesuai serta efektif.
·       Membangun rasa saling percaya.
·       Mengormati hak klien dan petugas.
·       Menambah dukungan terhadap pelayanan KB.
·       Menghilangkan rumor dan konsep yang salah.

F.    Konseling KB dan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal dalam pelayanan kesehatan menggunakan :
  1. Motivasi
Motivasi pada pasien KB meliputi: Berfokus untuk mewujudkan permintaan, bukan pada kebutuhan individu klien; Menggunakan komunikasi satu arah; Menggunakan komunikasi individu, kelompok atau massa.
  1. Edukasi / pendidikan
Pelayanan KB yang diberikan pada pasien mengandung unsur pendidikan sebagai berikut: Menyediakan seluruh informasi metode yang tersedia; Menyediakan informasi terkini dan isu; Menggunakan komunikasi satu arah atau dua arah; Dapat melalui komunikasi individu, kelompok atau massa; Menghilangkan rumor dan konsep yang salah.
  1. Konseling KB
Konseling KB antara lain: Mendorong klien untuk mengajukan pertanyaan; Menjadi pendengar aktif; Menjamin klien penuh informasi; Membantu klien membuat pilihan sendiri.

G.   Jenis Konseling
Jenis konseling terbagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Konseling umum
Konseling umum dapat dilakukan oleh petugas lapangan keluarga berencana atau PLKB. Konseling umum meliputi penjelasan umum dari berbagai metode kontrasepsi untuk mengenalkan kaitan antara kontrasepsi, tujuan dan fungsi reproduksi keluarga.
  1. Konseling spesifik
Konseling spesifik dapat dilakukan oleh dokter / bidan / konselor. Konseling spesifik berisi penjelasan spesifik tentang metode yang diinginkan, alternatif, keuntungan-keterbatasan, akses, dan fasilitas layanan.
  1. Konseling pra dan pasca tindakan
Konseling pra dan pasca tindakan dapat dilakukan oleh operator / konselor / dokter / bidan. Konseling ini meliputi penjelasan spesifik tentang prosedur yang akan dilaksanakan (pra, selama dan pasca) serta penjelasan lisan / instruksi tertulis asuhan mandiri.
H.      Prinsip yang harus diperhatikan oleh konselor :
1.      Kenali klien dengan baik sikap ramah,tumbuhkan rasa saling percaya, konselor agar membuat  klien secara terbuka sekalipun hal yang sensitive, jaga kerahasiaan klien jangan membicarakannya dengan orang lain.
2.      Dengarkan, pelajari dan respon klien. Karena klien itu berbeda, apa yang dibutuhkan oleh klien itu. Karena setiap klien terdorong untuk berbicara dan menjawab tiap-tiap pertanyaan yang diajukan.
3.      Pelajari informasi informasi yang dibutuhkan klien, sesuaikan dengan tahap kehidupan yang dilaluinya. Contoh : Anak muda yang belum menikah mereka ingin mengetahui tentang bagaimana cara menghindari infeksi menular seksual IMS atau HIV/AIDS. Lain halnya dengan pasangan muda, tentunya ingin mengetahui banyak tentang metode kontrasepsi sementara untuk  menunda kehamilan.
4.      Hindari informasi berlebihan sehingga klien sulit mengingat informasi serta jangan banyak menyita waktu dalam menyampaikan informasi.
5.      Membantu klien dalam menentukan pilihan . Apakah klien memahami tentang jenis kontrasepsi dan  side efek serta bagaimana cara menggunakannya,  berikan keyakinan atas metode yang dipilihnya.
6.      Bantu klien untuk mengerti dengan memberikan contoh alat kontrasepsi dengan menggunakan poster atau flip chart. Ingatkan untuk membagi informasi pada orang lain.

I.     Teknik konseling menurut Gallen dan Leitenmaier (1987), lebih dikenal dengan GATHER yaitu:
G : Greet respectully
A : Ask, Assess needs
T : Tell information
H : Help choose
E : Explain dan demonstrate
R : Refer or Return visit



SURAT PERSETUJUAN / PENOLAKAN MEDIS KHUSUS



Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                   : ....................................
Jenis Kelamin      : (L/P)
Umur                   :.....................................
Tgl Lahir              :.....................................
Alamat                 :.....................................
                            ......................................
Telp                     :.....................................

          Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri / *sebagai orangtua / *suami / *istri / *anak / *wali dari :
Nama                   : ....................................
Jenis Kelamin      : (L/P)
Umur                   :......................................
Tgl Lahir              :......................................
Alamat                 :......................................
                            .......................................
Telp                     :......................................

       Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis berupa…………………………………......................………………………………………….
Dari penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan tindakan medis tersebut, serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinana pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.
Tangerang,………………….20……

     Dokter/Pelaksana                                                                  Yang membuat pernyataan




(............................................)                                                  (..............................................)

*Coret yang tidak perlu

2 komentar:

  1. sumbernya dari mana??untuk referensi tugas akhir saya.trim's

    BalasHapus
  2. Perpaduan antara buku n hand out dr dosen

    BalasHapus